Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Daun Mint Dari Benih Agar Subur

Berikut uraian tentang cara menanam daun mint dari benih agar subur, mengingat banyak sekali manfaat dari daun mint baik sebagai olahan dan dijadikan minyak ataupun untuk campuran makanan dan minuman.

Sebagai perkenalan bagi pemula adalah lebih baik bila lebih dahulu mengenal apa itu mint. 

Mint adalah nama untuk lebih dari beberapa spesies tumbuhan. Termasuk peppermint dan spearmint yang termasuk dalam genus mentha. Sensasi dingin yang diberikanlah yang membuat tanaman tanaman ini terkenal.

daun-mint

Selain itu tanaman daun ini juga sangat mudah dikombinasikan ke dalam makanan sehingga banyak orang mencari tahu cara menanam daun mint di rumah sendiri agar bila langsung digunakan sewaktu waktu.

Mint juga populer digunakan sebagai tambahan maupun pelengkap pada beberapa makanan dan minuman. Diantaranya teh, minuman beralkohol, saus, salad dan makanan penutup.

Manfaat lain yang bisa didapat selain pada makanan dan minuman juga untuk kesehatan. 

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa manfaat kesehatan mint berasal dari mengoleskannya ke kulit, menghirup aromanya, atau mengkonsumsinyasebagai kapsul. 

Seperti yang dikutip dalam SELF Nutrition Data, dalam setiap 14 gr daun mint mengandung beberapa nutrisi antara lain : 

  • Kalori 6 gr
  • Serat 1 gr
  • Vitamin A : 12 % sesuai rekomendasi harian
  • Besi : 9 % sesuai rekomendasi harian
  • Mangan : 8 % sesuai rekomendasi harian
  • Folat : 4 % sesuai rekomendasi harian

Namun karena citarasanya yang dinamis, mint acapkali ditambahkan dalam resep untuk jumlah kecil, sehingga mengkonsumsi 1/3 cangkir pun mungkin sulit. 

Namun tidak menutup kemungkinan daun ini bisa dikonsumsi jika disertakan ke dalam salad.

Banyak teknik untuk menanam daun mint agar menghasilkan daun yang maksimal, seperti teknik hidroponik, dengan teknik dari batang pohon mint atau stek, teknik menanam di dalam pot, teknik menanam dari biji.

cara menanam daun mint agar subur di rumah :

cara-menanam-daun-mint

1. Persiapan lahan

Beberapa karakter lahan yang cocok untuk pertumbuhan daun mint  adalah lahan yang lembab, memiliki ketinggian tanah 150 – 900 meter di atas permukaan laut. 

Apabila menanam didataran rendah, maka pilihlah jenis arvensis. Pilih lahan atau tanah yang mempunyai struktur gembur, subur, dan juga memiliki pengairan yang baik. 

Selain itu tingkat keasaman tanah (PH) tanah yang sesuai untuk proses penanaman daun mint berkisar antara 5,5 – 7,0. 

Daun mint akan tumbuh subur bila ditanam di area yang memiliki curah hujan 2000 – 4000 mm/ tahun.

2. Bibit

Bagaimana cara mendapatkan bibit mint yang terbaik?? Persiapkan bibit tanaman yang bisa dibeli dari toko pertanian atau memperbanyak bibit sendiri, maka pilihlah tanaman yang sudah dewasa sebagai indukan.

Segera potong bagian atas daun mint sepanjang 1 cm yang dekat area percabangan dengan menggunakan gunting tajam. 

Lalu letakkan tangkai daun mint ke dalam gelas berisi air untuk merangsang pertumbuhan.

Selanjutnya letakkan gelas di tempat yang hangat hingga bagian akarnya muncul. Jika akar sudah panjang pindahkan ke dalam pot.

3. Penanaman daun mint

Langkah selanjutnya tanam bibit ke dalam media tanam, beberapa langkah yang harus diperhatikan adalah :

Siapkan media pot atau polybag , gunakan media tanam yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang.

Kemudian masukkan media tanam ke dalam pot hingga ¾ bagian lalu biarkan media selama 4 – 5 hari, sebelum ditanam pangkas akarnya bila dirasa terlalu panjang.

4. Proses pemeliharaan serta perawatan tanaman

Untuk proses mulai dari pemeliharaan serta perawatan, maka yang harus dilakukan adalah :

- Penyiraman

Jangan terlalu sering melakukan penyiraman. Cukup 1 x sehari atau melihat kondisi media tanam yang ada di pot. 

Tapi jangan sampai lupa untuk menyiramnya karena bila tanaman terlalu kering bisa saja mati.

- Pemberian pupuk

Untuk pupuk bisa diberikan yang jenis organik maupun yang anorganik. Untuk jenis yang organik gunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha. 

Sementara untuk pupuk anorganik gunakan pupuk urea SP – 36 dan KCL dengan dosisi masing masing pupuk sebanyak 150 kg/ha

Pemberian pupuk organik seminggu sekali. Sedangkan pupuk anorganik harus memperhatikan hal hal :

Saat tanaman berusia 2 – 3 minggu, berikan setengah dosis pupuk urea dan dosis penuh pupuk SP-36 dan juga KCL. Kemudian saat tanaman berusia 1 – 2 bulan, berikan setengah dosis pupuk urea.

- Lakukan penyiangan

Bisa dilakukan dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman. 

Jika saat proses panen daun mint tercampur dengan gulma akan berakibat menurunkan kualitasnya. Selain itu juga dapat mempengaruhi pertumbuhan stolon. 

Penyiangan cukup seminggu sekali atau bila gulma sudah terlihat lebat dan mengganggu tanaman. Dan yang penting lakukan penyiangan lebih intensif saat menjelang panen.

- Tehnik penyulaman

Secara rutin dilakukan jika menemukan tanaman yang tidak tumbuh, rusak ataupun mati.

- Perawatan hama

Beberapa jenis hama yang menyerang daun mint adalah ulat pemakan daun dan tungau merah. Untuk ulat pemakan daun menyerang dengan menggerogoti bagian daun.

Sementara tungau menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman.

Untuk mengendalikan berbagai serangan hama ini, gunakan insektisida nabati dengan konsentrasi 5 cc/L atau insektisida sintetis dengan konsentrasi 2 cc/L.

Tahap pemanenan 

Tanaman daun mint bisa dipanen saat sudah  berusia 3 – 4 bulan. Biasanya waktu panen adalah pagi hari dari jam 08.00 – 10.00, dengan catatan tanaman sudah 50 – 70 % sudah berbunga.

Umumnya di Indonesia panen daun mint bisa sampai 2 kali dalam setahun. Namun jika irigasi baik, maka panen bisa sampai 3 x dalam setahun.

Demikian langkah langkah cara menanam daun mint agar cepat tumbuh dan subur. Silahkan share jika artikel ini bermanfaat!!


Posting Komentar untuk "Cara Menanam Daun Mint Dari Benih Agar Subur"